loader
ID EN

Aquatec Perkuat Budidaya Offshore Nasional Dengan KJA Offshore Submersible

Aquatec Perkuat Budidaya Offshore Nasional Dengan KJA Offshore Submersible

KJA Offshore Submersible Aquatec

Photo : KJA Offshore Submersible Aquatec

Sesuai dengan seruan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, potensi laut Indonesia yang besar harus dimanfaatkan. Presiden pun mendorong pengembangan budidaya offshore (lepas pantai) di Indonesia seperti yang telah dilakukan negara-negara Eropa.

Mendukung seruan Presiden Jokowi, Aquatec (PT. Gani Arta Dwitunggal) telah lama menyiapkan teknologi budidaya offshore di Indonesia. Andi J Sunadim, General Manager Aquatec mengatakan, pihaknya menyediakan beragam Keramba Jaring Apung (KJA) offshore yang mampu bersaing di pasar internasional.

Sukses Diaplikasikan di Dalam Maupun di Luar Negeri

Belum lama ini Aquatec telah sukses memasang dan mengujicobakan 3 unit keramba jaring apung (KJA) offshore di wilayah Situbondo. Terdiri dari 2 unit KJA offshore diameter 20meter dan 16meter, dan 1 unit KJA offshore submersible diameter 16meter, KJA ini merupakan hasil kerjasama antara DKP Provinsi Jawa Timur, BPBAP Situbondo, dan PT. Gani Arta Dwitunggal yang ditandatangani pada November 2017 dalam rangka pengembangan di bidang budidaya ikan khususnya laut lepas. KJA offshore ini sengaja dipasang di lautan yang memiliki ombak yang ganas, dengan tujuan untuk mengembangkan teknik budidaya ikan offshore sekaligus mengetahui kemampuan sebenarnya dari KJA offshore buatan dalam negeri. KJA offshore Aquatec mampu menghadapi ombak setinggi 5meter, sedangkan KJA offshore submersible Aquatec mampu menghadapi ombak setinggi 9meter.

Apa bedanya KJA offshore dengan KJA offshore submersible? KJA offshore merupakan KJA bundar yang khusus dirancang untuk menghadapi ombak laut lepas. KJA offshore submersible juga khusus dirancang untuk menghadapi ombak laut lepas sekaligus memiliki kemampuan untuk ditenggelamkan ke dalam air ketika badai datang dan diapungkan kembali setelah badai reda, sehingga mampu menghadapi ombak yang lebih tinggi. KJA offshore submersible buatan Aquatec adalah yang pertama di Asia Tenggara.

Pengujian KJA offshore submersible yang dilakukan oleh Aquatec di Situbondo merupakan pengujian yang ke 6. Sebelumnya, pengujian telah dilakukan sebanyak 5 kali, yaitu 4 kali di Indonesia dan 1 kali di China. Pengujian pertama dilakukan di BBPBL Lampung pada bulan November 2016. Hasilnya adalah KJA offshore submersible sukses ditenggelamkan dan diapungkan dalam waktu 1 jam. Pengujian kedua, ketiga, dan keempat dilakukan dengan model yang baru di Tulamben, Bali pada bulan Januari dan Februari 2017. Hasilnya adalah KJA offshore submersible Aquatec sukses ditenggelamkan dalam waktu 5 menit dan diapungkan kembali dalam waktu 10 menit.

Sukses diuji di Indonesia, pengujian kelima dilakukan di Hainan, China pada bulan Juni 2017 dalam bentuk export perdana KJA offshore submersible Aquatec ke negeri tirai bambu. KJA offshore Aquatec terbukti mampu melewati badai taifun di bulan Agustus dan September dengan ketinggian ombak mencapai 9m. Sementara KJA buatan produsen lain di Hainan hancur, KJA offshore submersible Aquatec setelah diapungkan tidak menunjukkan adanya kerusakan apapun. Hal ini disebabkan karena KJA offshore submersible Aquatec terlindung dari badai taifun selama ditenggelamkan, sekaligus membuktikan bahwa kualitas dan kemajuan teknologi buatan anak bangsa mampu bersaing di pasar internasional. Direncanakan, investor China akan membeli 80 unit KJA offshore submersible Aquatec pada tahun 2018. Ekspor ke China selanjutnya akan dilaksanakan pada bulan April 2018.

Photo : KJA Segi Empat Aquatec

Unggul Dari Segi Teknologi

Secara mendalam, Andi menjelaskan keunggulan teknis KJA Offshore submersible Aquatec. Pertama, KJA offshore submersible Aquatec merupakan KJA submersible tercepat di dunia untuk proses penenggelaman dan pengapungan. Proses penenggelaman hanya membutuhkan waktu 5 menit dan proses pengapungan hanya membutuhkan waktu 10 menit. Proses penenggelaman bahkan dapat dilakukan tanpa perlu ditunggu (KJA bisa ditinggal), sehingga respon terhadap datangnya badai dapat dilakukan dengan cepat. Kedalaman penenggelaman adalah 10-15meter di bawah permukaan air.

Selain untuk menghindari badai taifun dan ombak, KJA offshore submersible Aquatec memiliki fungsi-fungsi lain. KJA offshore submersible Aquatec dapat dipakai untuk menghindari datangnya red tide atau plankton booming dengan cara menenggelamkan KJA. Oleh karena kedalaman red tide atau plankton booming biasanya tidak lebih dari 2m, ikan akan aman di dalam KJA, dan KJA dapat diapungkan kembali setelah red tide atau plankton booming lewat. KJA offshore submersible Aquatec juga dapat dipakai untuk menghindari pencurian ikan dengan cara menenggelamkan KJA pada malam hari.

Ekspor KJA offshore submersible Aquatec ke Hainan China merupakan pengakuan dari negara lain untuk produk dalam negeri. Hal ini dikarenakan kualitas produk Aquatec yang tinggi dan harga yang ekonomis. KJA offshore submersible Aquatec terbuat dari bahan HDPE yang baru, serta dirangkai menggunakan metode butt fusion extra yang lebih kuat dari butt fusion konvensional sehingga memiliki umur pakai minimal 30 tahun.

Peluang Bisnis Budidaya Ikan di Laut Lepas Terbuka Lebar

Tak hanya berkualitas, secara ekonomis KJA offshore submersible Aquatec juga sangat masuk dalam hitungan bisnis, malah tergolong yang paling murah di dunia dengan harga di bawah 100 ribu USD. Hitungannya, Andi merinci, satu unit KJA offshore submersible Aquatec diameter 25meter dengan kedalaman net 8meter memiliki volume air 3.500m3. Dengan padat tebar kakap putih 30kg/m3, satu unit KJA offshore submersible Aquatec mampu memanen ikan kakap putih sebanyak 100ton, dengan nilai jual berkisar 6,5 Miliar Rupiah. Oleh karenanya, Andi mengajak para pelaku budidaya ikan untuk bersama - sama menjadi stakeholder dalam kemajuan industri budidaya ikan di Indonesia.

Photo : Paparan Budiprawira Sunadim mengenai KJA Offshor

Budiprawira, Direktur Utama PT. Gani Arta Dwitunggal menjelaskan, dirinya sangat bangga bisa menciptakan keramba jaring apung offshore submersible dan langsung mengekspor ke negara China. Harapan beliau adalah supaya keramba jaring apung offshore submersible AquaTec juga dipakai secara luas di Indonesia yang memiliki wilayah laut 70% dari total wilayah negara. Indonesia memiliki potensi budidaya ikan laut lepas yang besar, dan produk dalam negeri karya anak bangsa sanggup untuk menggarapnya. Budiprawira yakin bahwa produknya memiliki teknologi dan kualitas yang lebih tinggi dari Eropa, dengan harga yang jauh lebih ekonomis.

Video KJA offshore submersible Aquatec dapat dilihat di aquatec.co.id dan youtube.com/c/aquatecindonesia

Marketing: Glen +6281221673288


Photo : Penandatanganan Kerjasama Aquatec dengan Dinas Kelautan Perikanan Jawa Timur

Keramba jaring apung offshore submersible telah terjual di China dengan harga sebagai berikut: 

Rangka keramba, rangka net, tangki, pemberat = 168,000 USD 

Net diameter 25m dalam 8m = 20,000 USD 

Jangkar beton 1ton x 2pcs x 8 titik, tali PP, pemberat 15kg x 16pcs = 40,000 USD 

Biaya pemasangan = 10,000 USD 

Biaya transportasi = 10,000 USD